Munculnya generasi milenial dan Z dalam dunia kerja serta maraknya digitalisasi proses bisnis dan adopsi artificial intelligence memberikan tantangan yang sangat besar bagi fungsi sumber daya manusia (SDM). Cara mengelola HR tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara lama. Pilihannya bukan lagi sekedar adaptasi, tetapi harus bertransformasi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan ilmu-ilmu terbaik dalam HR sangat dibutuhkan.
Pelatihan dan sertifikasi dalam bidang HR kini memiliki 2 pilihan utama: mengikuti standar nasional (BNSP) atau mengikuti standar global. Yang terakhir ini terbagi lagi menjadi 2 pilihan: standar global sepenuhnya atau standar global yang diadaptasikan dengan kebutuhan Indonesia dan kawasan Asia.
Dari beberapa pengalaman para eksekutif HR selama ini, sertifikasi nasional BNSP terlalu fokus kepada praktik berdasarkan skema kompetensi yang cenderung belum selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan terbaru. Akibatnya, pemilik sertifikasi BNSP kesulitan untuk melakukan transformasi sistem dan praktik manajemen SDM sesuai dengan perkembangan dan tantangan terbaru.
Awalnya pada tahun 2011, melalui PT Menara Kadin Indonesia, sejumlah eksekutif perusahaan mempelopori program pelatihan bidang HR yang komprehensif, berdasarkan ilmu dan praktik global. Program pelatihan tersebut diberi nama Human Resource Management Professional (HRMP). Program pelatihan intensif ini berlangsung 5 hari, di mana setiap hari peserta belajar 2 modul. Sehingga total terdapat 10 modul. Adapun modul-modul pembelajarannya diadopsi dari Body of Applied Skills and Knowledge (BASK) Program Sertifikasi PHR (Professional in HR), yang dimiliki oleh SHRM (Society of Human Resource Management), organisasi profesi HR terbesar di Amerika Serikat dan Kanada.
Dilanjutkan pada tahun 2011, PT Menara Kadin Indonesia menggandeng Kazian School of Business Management dari Madras, India, untuk menjalankan program sertifikasi regional-global pertama dalam bidang HR di Indonesia, dengan nama CHRMP (Certified Human Resource Management Professional). Adapun BASK Program Sertifikasi CHRMP tetap mengadopsi Program Sertifikasi PHR dari SHRM, di mana sekitar 80% dari materi yang diajarkan dan disertifikasikan berasal dari SHRM Learning System.
Mengingat perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat cepat, termasuk hadirnya pemikiran-pemikiran besar terkait manajemen secara umum dan manajemen HR – terutama dimotori oleh Prof. Dave Ulrich cs – substansi modul pembelajaran dan sertifikasi CHRMP terus disesuaikan dan diperbarui. Aktivitas utama fungsi HR (HR Cycle) mungkin tidak berubah sejak dulu, seperti rekrutmen, training & pengembangan, manajemen kinerja dan karir, remunerasi, manajemen talenta, dan hubungan industrial, tetapi pengetahuan dan keahlian dalam menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut harus disesuaikan dengan perkembangan terbaru.
Digitalisasi proses bisnis dan penggunaan kecerdasan buatan dalam manajemen HR mengharuskan profesional HR untuk meninggalkan fokus pada aspek administrasi menjadi peran yang lebih strategis untuk mendukung keberhasilan organisasi. Pengetahuan dan keahlian dalam manajemen talenta sangat dibutuhkan. Kemampuan analisis dan pengambilan keputusan berbasis data menjadi kekuatan baru. Transformasi peran manajemen HR dari pola piramid menjadi pola trapesium dengan konsep HR Shared Services yang disampaikan Prof. Dave Ulrich cs. dalam bukunya HR from Outside In perlu dilakukan para professional HR untuk membuat fungsi HR tidak hanya tetap relevan, tetapi memberikan kontribusi signifikan pada formulasi dan eksekusi strategi organisasi. Hal ini juga sejalan dengan perkembangan revolusi industri 4,0 dan seterusnya yang berdampak juga secara signifikan kepada manajemen HR.
Tabel. Modul Pembelajaran dan Sertifikasi CHRMP
Saat ini, Program CHRMP dikelola oleh PT Manajemen Kinerja Indonesia atau MKI Consulting (www.mkiconsulting.co.id) sebagai kelanjutan dari PT Menara Kadin Indonesia. Jumlah alumni Program HRMP saat ini hampir 1.000 orang, sedangkan jumlah alumni Program CHRMP sampai saat ini (per akhir Maret 2026) 2.012 orang. Para alumni tersebut berasal dari perusahaan swasta nasional dan asing, BUMN, TNI AL, TNI, dan instansi pemerintah. Sebagian besar pemilik gelar CHRMP masih aktif.
Proses kelulusan dari Program CHRMP ditentukan melalui 3 metode yang saling berkaitan dan memiliki penilaian terpisah. Pertama, rata-rata nilai Post-test. Kedua, nilai tugas paper. Ketiga, nilai Comprehension Test. Para peserta CHRMP diwajibkan untuk membuat Tugas Paper sederhana menggunakan template Power Point yang sudah ditetapkan dengan mengadopsi metode Root Cause Problem Solving (RCPS). Peserta diminta untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam manajemen HR organisasi masing-masing, lalu menganalisisnya menggunakan metode RCPS. Hasilnya adalah rekomendasi solusi dan detil rencana kerja solusi untuk mengatasi permasalahan utama tersebut. Hasil dari Tugas Paper ini diharapkan bisa ditindaklanjuti berupa implementasi di tempat kerja.
Tabel. Modul Pembelajaran dan Sertifikasi CHRMP
Setelah peserta dinyatakan lulus penulisan Tugas Paper, penilaian terakhir dilakukan berupa Comprehension Test. Kepada peserta diberikan soal Comprehension Test sesuai jadwal yang disepakati peserta dengan team MKI. Jawaban dari 75 soal Comprehension Test paling lambat sudah dikirim kepada Team MKI 2 (dua) jam semenjak soal dibagikan secara online. Sekitar 80% peserta CHRMP lulus Comprehension Test (passing grade 70,0), dan sisanya lulus dengan 1 kali ujian ulang. Selama peserta berkomitmen mengikuti semua proses CHRMP, maka hampir bisa dipastikan peserta akan lulus dan berhak mendapatkan gelar CHRMP.
Sertifikasi CHRMP sejak 2025 dikeluarkan bersama oleh HRPA (Human Resource Professional Association), yakni organisasi profesi HR di Indonesia dan kawasan regional dengan anggota saat ini lebih dari 4.000 orang, dan Kazian. Masa berlaku sertifikasi CHRMP adalah 5 (lima) tahun. Perpanjangan masa berlaku CHRMP bisa dilakukan dengan menunjukkan poin CPE (Continuing Professional Education) sebanyak minimum 150 CPE untuk 5 tahun atau mengikuti training penyegaran kembali (refreshment) yang diselenggarakan MKI Consulting. Pada dasarnya, proses perpanjangan sertifikasi ini dimaksudkan untuk memastikan pemilik gelar CHRMP tetap kompeten.
Hasil survey terhadap alumni Program CHRMP, seluruhnya menyimpulkan telah mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang komprehensif, terbaru, dan bernilai strategis untuk diimplementasikan pada organisasi tempat mereka kerja. Kompetensi yang diperoleh besar manfaatnya bagi pengembangan karir dan reputasi alumni maupun bagi kesuksesan organisasi/perusahaan.