TRAINING
Program Training Competency Based HRM (CBHRM)
Lihat Profile >>
Catatan : Materi Di berikan di Ruang Kelas Oleh Instruktur Pelatihan
Banyak organisasi yang mengimplementasikan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi (Competency Based HR Management) dalam waktu yang cukup lama. Konsep CBHRM berawal dari Prof Dr David McClelland di Amerika Serikat sekitar 34 tahun lalu. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh pasangan Spencer dan Spencer melalui bukunya yang sangat terkenal Competence at Work. Kompetensi menurut mereka adalah prasyarat bagi seseorang untuk berkinerja.
Dalam perjalanan waktu, timbul beberapa pandangan tentang konsep kompetensi teknis (hard competency) dengan kompetensi perilaku (soft competency). Ada ahli dan perusahaan konsultansi yang menilai kompetensi itu hanya satu, tanpa membedakan kompetensi teknis dan perilaku. Sementara kami menilai, kompetensi itu tetap terbagi dua, yaitu kompetensi teknis dan perilaku. Menurut SHRM (Society for HR Management), sebuah asosiasi praktisi HR terbesar di Amerika Serikat, kompetensi teknis mencakup pengetahuan apa yang perlu diterapkan seseorang dalam bekerja, dan kompetensi perilaku menunjukkan bagaimana seseorang mengaplikasikan pengetahuannya.
Tak sedikit jajaran manajemen organisasi yang selama ini merasa implementasi CBHRM sebagai nice to have. Itu karena dampak dari implementasi CBHRM yang tidak signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, unit kerja, dan organisasi. Berdasarkan kajian terhadap banyak praktik CBHRM, ada beberapa kesalahan prinsip yang perlu diperbaiki. Pertama, kompetensi-kompetensi yang dibangun oleh organisasi cenderung mengkopi (copy paste) kompetensi yang bersifat generik dengan judul, level, definisi, dan indikator kompetensi utama yang relatif sama dengan organisasi lain. Padahal, kompetensi sebuah organisasi harusnya bersifat relatif unik, diyakini sebagai kompetensi yang membuat organisasi bisa berkinerja secara ekselen.
Kedua, penyusunan kompetensi organisasi dan pegawai tidak dijabarkan berdasarkan visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi. Bilamana sistem manajemen kinerja organisasi harus dibangun menjabarkan visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi, maka sistem manajemen kompetensi juga harus disusun mengacu kepada visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi. Oleh sebab itu, kompetensi-kompetensi yang dianggap perlu bagi sebuah organisasi untuk berhasil belum tentu sama sepenuhnya karena perbedaan visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi.
Training ini akan membahas bagaimana membangun kompetensi organisasi, kompetensi unit kerja, dan standar kompetensi jabatan individu pegawai sebagai pusat dari manajemen SDM berbasis kompetensi. Mulai dari model kompetensi dan Kamus Kompetensi hingga bagaimana penerapannya untuk level individu pegawai serta mengoperasionalkan kompetensi ke dalam manajemen SDM organisasi secara
keseluruhan. Penyusunan Kamus Kompetensi Organisasi, Unit Kerja, dan Individu Pegawai di sini akan menggunakan metode CORE (Corporate Competency Excellence).
Membekali para peserta dengan pengetahuan dan keahlian dalam membangun dan mengoperasionalkan manajemen SDM berbasis kompetensi.
Para pemimpin dan staf senior organisasi yang bertanggung jawab dalam manajemen SDM dan manajemen kinerja organisasi, unit kerja, dan individu pegawai.
- Visi, Nilai-nilai, Misi, Tujuan, dan Strategi Organisasi Konsep dan definisi kompetensi Jenis-jenis kompetensi (inti, teknis, perilaku, manajerial, generic vs. spesifik) Struktur kompetensi
- Metodologi mengidentifikasi kompetensi organisasi dan kompetensi unit kerja (CORE) – Model Kompetensi dan Kamus Kompetensi
- Metodologi menjabarkan kompetensi organisasi dan unit kerja menjadi Standar Kompetensi Jabatan Pegawai
- Aplikasi CBHRM dalam manajemen rekrutmen
- Aplikasi CBHRM dalam training dan pengembangan
- Aplikasi CBHRM dalam manajemen kinerja
- Aplikasi CBHRM dalam remunerasi
- Aplikasi CBRHM dalam manajemen karir dan rencana suksesi
- 7-8 Januari
- 9-10 Februari
- 9-10 Maret
- 9-10 April
- 11-12 Mei
- 11-12 Juni
- 7-8 Juli
- 3-4 Agustus
- 3-4 September
- 8-9 Oktober
- 16-17 November
- 17-18 Desember
Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta, atau setara
- Offline: Rp 5,5 juta per peserta (excl. PPN)
- Online: Rp 4,5 juta per peserta (excl. PPN).
- Dapatkan diskon untuk jumlah peserta lebih dari 1 orang dari organisasi yang sama.
Fahrulrazi, SE, MM, CHRP, CHRM
Memulai karir sebagai staf di bidang SDM pada beberapa perusahaan, Fahrul menjadi HRD Manager pada TUV Rheinland Indonesia dan HR General Manager pada PT Harfia Construction Machinery, selain pernah pula menjabat General Affairs Manager. Dengan pengalaman yang cukup panjang dalam manajemen SDM dan General Affairs (GA), Fahrul memiliki kompetensi yang mumpuni tentang Human Resource Management, GA maupun Managerial & Leadership Skill.
Fahrulrazi menyelesaikan pendidikan S2 (MM) di Universitas Mercubuana. Dia mendapatkan gelar CHRP (Certified Human Resources Professional) dari Glomacs Oxford Management Centre dan CHRM (Certified Human Resources Manager) dari BNSP
- Rp 5.500.000/peserta, Tidak termasuk PPN, materi pelatihan, goodie bag, sertifikat kepersertaan, dan biaya ujian sertifikasi.
TRAINING
Program Training Competency Based HRM (CBHRM)
Catatan : Kelas disampaikan melalui platform video conference seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dll
Banyak organisasi yang mengimplementasikan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi (Competency Based HR Management) dalam waktu yang cukup lama. Konsep CBHRM berawal dari Prof Dr David McClelland di Amerika Serikat sekitar 34 tahun lalu. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh pasangan Spencer dan Spencer melalui bukunya yang sangat terkenal Competence at Work. Kompetensi menurut mereka adalah prasyarat bagi seseorang untuk berkinerja.
Dalam perjalanan waktu, timbul beberapa pandangan tentang konsep kompetensi teknis (hard competency) dengan kompetensi perilaku (soft competency). Ada ahli dan perusahaan konsultansi yang menilai kompetensi itu hanya satu, tanpa membedakan kompetensi teknis dan perilaku. Sementara kami menilai, kompetensi itu tetap terbagi dua, yaitu kompetensi teknis dan perilaku. Menurut SHRM (Society for HR Management), sebuah asosiasi praktisi HR terbesar di Amerika Serikat, kompetensi teknis mencakup pengetahuan apa yang perlu diterapkan seseorang dalam bekerja, dan kompetensi perilaku menunjukkan bagaimana seseorang mengaplikasikan pengetahuannya.
Tak sedikit jajaran manajemen organisasi yang selama ini merasa implementasi CBHRM sebagai nice to have. Itu karena dampak dari implementasi CBHRM yang tidak signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, unit kerja, dan organisasi. Berdasarkan kajian terhadap banyak praktik CBHRM, ada beberapa kesalahan prinsip yang perlu diperbaiki. Pertama, kompetensi-kompetensi yang dibangun oleh organisasi cenderung mengkopi (copy paste) kompetensi yang bersifat generik dengan judul, level, definisi, dan indikator kompetensi utama yang relatif sama dengan organisasi lain. Padahal, kompetensi sebuah organisasi harusnya bersifat relatif unik, diyakini sebagai kompetensi yang membuat organisasi bisa berkinerja secara ekselen.
Kedua, penyusunan kompetensi organisasi dan pegawai tidak dijabarkan berdasarkan visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi. Bilamana sistem manajemen kinerja organisasi harus dibangun menjabarkan visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi, maka sistem manajemen kompetensi juga harus disusun mengacu kepada visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi. Oleh sebab itu, kompetensi-kompetensi yang dianggap perlu bagi sebuah organisasi untuk berhasil belum tentu sama sepenuhnya karena perbedaan visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi organisasi.
Training ini akan membahas bagaimana membangun kompetensi organisasi, kompetensi unit kerja, dan standar kompetensi jabatan individu pegawai sebagai pusat dari manajemen SDM berbasis kompetensi. Mulai dari model kompetensi dan Kamus Kompetensi hingga bagaimana penerapannya untuk level individu pegawai serta mengoperasionalkan kompetensi ke dalam manajemen SDM organisasi secara
keseluruhan. Penyusunan Kamus Kompetensi Organisasi, Unit Kerja, dan Individu Pegawai di sini akan menggunakan metode CORE (Corporate Competency Excellence).
Membekali para peserta dengan pengetahuan dan keahlian dalam membangun dan mengoperasionalkan manajemen SDM berbasis kompetensi.
Para pemimpin dan staf senior organisasi yang bertanggung jawab dalam manajemen SDM dan manajemen kinerja organisasi, unit kerja, dan individu pegawai.
- Visi, Nilai-nilai, Misi, Tujuan, dan Strategi Organisasi Konsep dan definisi kompetensi Jenis-jenis kompetensi (inti, teknis, perilaku, manajerial, generic vs. spesifik) Struktur kompetensi
- Metodologi mengidentifikasi kompetensi organisasi dan kompetensi unit kerja (CORE) – Model Kompetensi dan Kamus Kompetensi
- Metodologi menjabarkan kompetensi organisasi dan unit kerja menjadi Standar Kompetensi Jabatan Pegawai
- Aplikasi CBHRM dalam manajemen rekrutmen
- Aplikasi CBHRM dalam training dan pengembangan
- Aplikasi CBHRM dalam manajemen kinerja
- Aplikasi CBHRM dalam remunerasi
- Aplikasi CBRHM dalam manajemen karir dan rencana suksesi
- 7-8 Januari
- 9-10 Februari
- 9-10 Maret
- 9-10 April
- 11-12 Mei
- 11-12 Juni
- 7-8 Juli
- 3-4 Agustus
- 3-4 September
- 8-9 Oktober
- 16-17 November
- 17-18 Desember
Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta, atau setara
- Offline: Rp 5,5 juta per peserta (excl. PPN)
- Online: Rp 4,5 juta per peserta (excl. PPN).
- Dapatkan diskon untuk jumlah peserta lebih dari 1 orang dari organisasi yang sama.
Fahrulrazi, SE, MM, CHRP, CHRM
Memulai karir sebagai staf di bidang SDM pada beberapa perusahaan, Fahrul menjadi HRD Manager pada TUV Rheinland Indonesia dan HR General Manager pada PT Harfia Construction Machinery, selain pernah pula menjabat General Affairs Manager. Dengan pengalaman yang cukup panjang dalam manajemen SDM dan General Affairs (GA), Fahrul memiliki kompetensi yang mumpuni tentang Human Resource Management, GA maupun Managerial & Leadership Skill.
Fahrulrazi menyelesaikan pendidikan S2 (MM) di Universitas Mercubuana. Dia mendapatkan gelar CHRP (Certified Human Resources Professional) dari Glomacs Oxford Management Centre dan CHRM (Certified Human Resources Manager) dari BNSP
- Rp 4.500.000/peserta, Tidak termasuk PPN, materi pelatihan, goodie bag, sertifikat kepersertaan, dan biaya ujian sertifikasi.
PILIHAN KELAS > Online & Tatap Muka
- Harga Offline Rp. 7.500.000
- Harga Online Rp. 6.500.000
PILIHAN KELAS > Online & Tatap Muka
- Harga Offline Rp. 5.000.000
- Harga Online Rp. 4.000.000
PILIHAN KELAS > Online & Tatap Muka
- Harga Offline Rp. 5.500.000
- Harga Online Rp. 4.500.000